Minggu, 30 September 2012

TEKA TEKI RANAH MADIUN


Peristiwa ini terjadi pada bulan September-Desember tahun 1948, tentang konflik kekerasan yang terjadi antara PKI dan TNI.
Konon katanya peristiwa ini diawali dengan diproklamasikannya Negara Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di kota Madiun oleh Muso, seorang tokah Partai Komunis Indonesia dan didukung pula oleh Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin.
Bersamaan dengan itu terjadi penculikan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Madiun, baik itu tokoh sipil maupun militer di pemerintahan ataupun tokoh-tokoh masyarakat dan agama.
Kontroversi ternyata mewarnai peristiwa ini. Sejumlah pihak merasa tuduhan bahwa PKI yang mendalangi peristiwa ini sebenarnya adalah rekayasa pemerintah Orde Baru (dan sebagian pelaku Orde Lama).
Mengapa?
 Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, muncul kelompok kiri yaitu Kelompok Diskusi Patuk yang diikuti oleh Letkol Soeharto (Komandan Brigade X, Divisi III, yang kemudian menjadi Presiden RI). Mei 1948 Muso kembali dari Moskwa, Uni Soviet. Lalu menjadi pimpinan PKI kembali. Banyak politisi sosialis dan komandan pasukan bergabung dengan Muso, antara lain Amir Syarifuddin|Amir Sjarifuddin Harahap dan kelompok diskusi Patuk.
Pada era ini aksi saling menculik dan membunuh mulai terjadi, dan masing-masing pihak (PKI dan Pemerintah) menyatakan, bahwa pihak lainlah yang memulai. Namun, PKI lah yang dianggap menjadi “dalang” atau “yang paling tersalahkan”.
Menurut ahli sejarah, pihak pemeritah Wakil Presiden Mohammad Hatta dianggap telah terpengaruh oleh Amerika Serikat untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia, sejalan dengan doktrin Harry S. Truman, Presiden AS yang mengeluarkan gagasan Teori Domino. Truman menyatakan, bahwa apabila ada satu negara jatuh ke bawah pengaruh komunis, maka negara-negara tetangganya akan juga akan jatuh ke tangan komunis, seperti layaknya dalam permainan kartu domino. Akhirnya Pemerintah Republik Indonesia menyetujui Red Drive Proposal (proposal pembasmian kelompok merah) dengan bantuan Amerika Serikat. Padahal Red Drive Proposal ini merupakan politik AS sendiri untuk membasmi komunisme.
Karena menimbulkan penolakan yang luas dari masyarakat, maka Pemerintah melakukan upaya-upaya yang sistematis untuk meredam penolakan tersebut, antara lain dengan melakukan teror berupa pembunuhan, penculikan, penahanan, dan intimidasi lainnya terutama kepada kaum kiri. Sehingga kaum kiri lah yang dianggap paling bersalah. Momen ini digunakan sebagai dalih (dasar) untuk menyingkirkan (membasmi) golongan kiri.
 (Create By “Lizza Fauziah S“ Sejarah XII A6)

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar